Samsung Tawarkan Uang Rp 2,6 Miliar Untuk Penemu Bug Di Ponsel Galaxy

Detekno.com -Tidak hanya Google, Facebook ataupun Microsoft vendor smartphone ternama Dunia yakni Samsung juga menyediakan dana untuk bug bounty yang diartikan perburuan celah keamaan istilah kerennya Mobile Security Rewards Program. Samsung memberikan tantangan kepada publik untuk dapat menemukan bug ataupun kutu sekuriti pada perangkat mobile pintarnya.

Untuk jenis-jenis perangkat yang dimaksudkan oleh Samsung adalah smartphone dan tablet yang dirilis pada tahun 2016. Jika dilihat keseluruhan ada 38 perangkat yang bisa sobat deteknokers coba untuk dibobol dan menemukan bug pada perangkat Samsung tersebut. Dilansir dari halaman Engadget, Samsung menawarkan hadiah sampai 200 dollar AS atau Rp 2,7 juta sampai dengan 200.000 dollar AS atau Rp 2,6 miliar bagi penemu bug.

Samsung Tawarkan Uang Rp 2,6 Miliar Untuk Penemu Bug Di Ponsel Galaxy

Samsung Tawarkan Uang Rp 2,6 Miliar Untuk Penemu Bug Di Ponsel Galaxy

Nilai hadiah yang ditawarkan oleh Samsung tentunya berbeda-beda tergantung dari penemuan Bug. Apakah Bug tersebut kecil ataukah besar untuk masalah keamanan perangkat mereka. Uang yang disediakan oleh Samsung ini memang cukup sebanding dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka lainnya. Hanya saja masih dibawah Microsoft, mereka bisa memberikan hadiah sampai 250.000 dollar AS untuk penemu Bug di Windows 10.

Lalu bagaimana untuk menjadi peserta bug bounty yang diselenggarakan oleh Samsung ini ?. Peserta wajib menemukan sebuah exploit yang dapat dijalankan tanpa membutuhkan sebuah koneksi fisik ke handset ataupun memakai lewat aplikasi dari pihak ketiga. Untuk lebih jelasnya soal persyaratan menjadi peserta bug bounty Samsung, sobat deteknokers bisa lihat di tautan ini.

Sebelumnya Samsung sudah menjalankan sayembara bug bounty. Hanya saja sayembara tersebut untuk menemukan bug pada produk-produk Smart TV dan juga perangkat Tizen yang dibuat olehnya. Langkah para perusahaan menyelenggarakan progam ini memang terbilang tepat dan efisien. Dimana mereka tidak perlu susah-susah merekrut karyawan hanya untuk melihat bug pada perangkat buatannya. Selain itu ini juga memberikan efek positif bagi para programmer freelance yang biasanya mencari sebuah celah keamanan untuk hal yang negatif. Kini dirubah menjadi hal yang positif, kerja keras merekapun nantinya dibayar oleh penyelanggara bug bounty tersebut.